Sahur ketemu Sosiolog Imam B Prasodjo

Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Guru Sasaran di Hotel Inna Garuda 9-13 Juli 2013.

Presentasi di Diklat

Peer Teaching pada Diklat Guru sasaran Kurikulum 2013.

TUC Ujian Sekolah

Untuk mempersiapkan peserta didik dalam menempuh Ujian sekolah 2013/2014 diadakan Tes Ujicoba Ujian Sekolah

Bikin Persiapan ngajar

Supaya pembelajaran bisa berjalan dengan baik, harus dimulai dari persiapan yang baik dan matang....

Out door Activity

Ekspresi sebagian siswa 8.1 ketika berhasil mengerjakan tugas kelompoknya di lapangan basket...

Software Raport K-2013 Kemdikbud

Software Rapor adalah sebuah sistem informasi untuk mengolah data pendidikan yang berbasis Kurikulum 2013 disekolah dalam hal ini adalah Sekolah Menengah Pertama. Software Rapor ini dikembangkan secara terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sehingga pihak sekolah tidak akan kerepotan dalam memasukan data utama seperti data Peserta Didik, PTK, Rombel.

Dalam menghadapi globalisasi, sistem informasi semakin dibutuhkan oleh lembaga pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kelancaran aliran informasi dari masing-masing sekolah ke kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi lembaga pendidikan tersebut.

Dengan adanya software rapor ini maka pihak sekolah dapat mempermudah dalam pengolahan nilai
peserta didik, dan pihak kementerian akan mendapatkan data penilaian dari sekolah dengan cepat dalam format yang seragam sehingga memudahkan dalam pengolahan data.


Adapun rincian dari latar belakang diadakannya pekerjaan Aplikasi Rapor ini adalah
Realistis Menghadapi Proses Penilaian Kurikulum 2013, yaitu dengan :
  • Banyaknya komponen penilaian
  • Frekuensi penilaian lebih sering
  • Memakan waktu

Aplikasi Raport SMP Kemdikbud (download disini),
manual aplikasi download disini





PEMBERLAKUAN KURIKULUM 2006 DAN KURIKULUM 2013

Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama tahun pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua tahun pelajaran 2014/2015 sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.( Pasal 1 Permendikbud No 160 Tahun 2014) menurut penulis, itu berarti pada semester 1 masih menggunakan Kurikulum 2013, artinya segala sesuatu yang berkaitan dengan evaluasi dan pelaporan hasil belajar tetap mengacu pada aturan Kurikulum 2013 yaitu permen No 104 tahun 2014. Mau tidak mau, pendidik harus menggunakan format penilaian yang cukup "rumit". Dan yang menjadi ganjalan di hati penulis adalah pada saat kita sebagai guru mulai mengenal dan memahami sistem penilaian pada kurikulum 2013, ehh.. lha kok mbalik lagi ke format lama.. jadi ya  rasanya agak sedikit gimanaaaa.. gitu... 
Lagian mbaliknya ke kurikulum 2016 ini hanya bersifat sementara, karena dalam pasal 4 disebutkan Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020, dan Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 mendapatkan pelatihan dan pendampingan bagi: a. kepala satuan pendidikan; b. pendidik; c. tenaga kependidikan; dan d. pengawas satuan pendidikan.  dimana pelatihan dan pendampingan itu bertujuan meningkatkan kompetensi dan penyiapan pelaksanaan Kurikulum 2013. (nah lhoo, akan dilaksanakan lagi..) Pelatihan dan pendampingan tersebut dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Dan di sisi lain, Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 (tiga) semester tetap menggunakan Kurikulum 2013. Juga Satuan pendidikan anak usia dini dan Satuan pendidikan khusus tetap melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. (Pasal 7 dan 8). Sementara untuk buku paket Kurtilas diterbitkan surat edaran berikut ( lihat dan download..)
Alhasil dengan mbolak-mbaliknya kurikulum ini lumayan menjadi permasalahan di lapangan, terutama dikaitkan dengan dampaknya bagi guru untuk pemenuhan jumlah jam mengajar minimal 24 jam tatap muka per pekan. Jika ada yang berpendapat bahwa kebijakan ini untuk "menyelesaikan" permasalahan, tapi yang saya (dan sebagian teman saya)  alami justeru menjadi masalah baru, terutama berkaitan dengan pemenuhan jumlah jam mengajar minimal 24 jam tatap muka per pekan itu tadi... Yang setuju boleh acung jari, yang gag juga gag apa..
Sebagai garda depan pelaksana,  sikap saya ya...    Siap, Laksanakan ! ( biarpun dengan sedikit mumets dan galau tingkat dewa....   :) : ) :)


Fomat Raport Sesuai Permendikbud No 104 Tahun 2014

Pada tanggal 3 Oktober 2014 telah ditetapkan Permendikbud Nomor 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Permen yang berisi 15 pasal ini juga disertai lampiran yang merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari Permennya.
Berdasarkan Permen tersebut, ada beberapa perbedaan Format  Raport, dibandingkan aturan sebelumnya. Perbedaan yang lumayan banyak ada pada jenjang SMP, dimana tampilan Raport yang sekarang harus menampilkan Nilai skala 1-4 dan Predikat pada Aspek Pengetahuan dan Ketrampilan. Sedangkan Aspek Sikap masih seperti format terdahulu. Perubahan juga ada pada nama Mata pelajaran yang harus mencantumkan nama guru pengampu mata pelajaran yang bersangkutan. Pada format deskripsi pada lembar kedua juga ada perbedaan urutan penulisan Aspek, menjadi Sikap Sosial dan Spiritual pada urutan paling atas, baru disusul Aspek Pengetahuan dan Aspek Ketrampilan.
Dengan adanya beberapa perubahan ini, pada pasal 14 ayat b Permendikbud tersebut menyebutkan "Semua ketentuan  tentang  Rapor  yang  ada sebelum  Peraturan  Menteri  ini berlaku,  wajib  menyesuaikan  dengan Peraturan  Menteri  ini  paling lambat 1 (satu) tahun".

Bagi Sekolah yang baru mengimplementasikan Kurtilas pada tahun pelajaran 2014/2015 perubahan tersebut tidak begitu terasa, tinggal mengolah nilai dan menerbitkan raport berpedoman pada Permen tersebut, tetapi bagi sekolah yang lebih awal mengimplementasikan Kurtilas, ya wajib mengganti dan menyesuaikan format rapotnya.

Seiring dengan diimplementasikannya kurikulum 2013, penulis ikut mengikuti perkembangan pengimplementasian Kurtilas tersebut, diantaranya penulis sempat jadi guru Pendamping, juga aktif mengembangkan format penilaian dan format raport. Dengan terbitnya permendikbud no 104 tersebut, format penilaian dan raport saya langsung saya sesuaikan dengan Permen. Dalam pengembangan format penilaian dan Format raport ini, penulis berkonsultasi dan mendapat  masukan-masukan dari Bapak Drs Subiyanto pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo dan Bapak Dalyana, S.Pd, M.Pd widyaiswara LPMP Kaltim.
Alhamdulillah, setelah melalui uji kelayakan dari Bapak Ibu Pengurus MKKS, akhirnya MKKS SMP Kabupaten Purworejo  mengapresiasi karya saya tersebut. Selama 2 hari saya mempresentasikan karya saya kepada  perwakilan dari masing-masing sekolah, untuk selanjutnya dipakai di sekolah masing-masing.

Beberapa keunggulan dari karya saya tersebut adalah:
  1. Format penilaian Guru Mapel bisa muncul deskripsinya secara otomatis, membaca dari nilai-nilai dari unsur KD yang diketikkan dan juga KKM yang diinputkan.   Try Free edition
  2. Deskripsi sangat elegant,  dan Guru Mapel masih berhak penuh atas deskripsi tersebut, artinya guru Mapel bisa mengganti dan mengedit jika kurang puas. oleh karena itu Cell-nya tidak saya proteksi.
  3. Format penilaian Guru Mapel kompatible dengan format raport, sehingga bisa muncul (draft) deskripsi sikap antar mapel.
  4. Format Raport dilengkapi dengan tombol navigasi dan Tool Makro Pencetakan yang akan memudahkan dan memanjakan penggunanya dalam proses mencetak Raport. 
  5. Raport juga dilengkapi fasilitas mencetak "cover Raport", "identitas peserta didik" dan "menu belakang " serta fasilitas mencetak "Buku Induk".
  6. Setelah semua Nilai dari Guru Mapel diinputkan, bisa muncul draft penilaian sikap antar mapel yang membaca data nilai sikap yang diinput. Saya sebut draft karena nilai sikap adalah diputuskan pada sidang pleno antar guru mapel yang dipimpin wali kelas. Jika draft tersebut disetujui, bisa lanjut ke pencetakan. Draft bisa diedit, karena cell tidak di proteksi.
  7. Design simple,  Excell look, user friedly, bahkan untuk pemula sekalipun.
        
        Silahkan Coba : (setelah kelihatan preview nya bisa di-download- dengan mengklik icon panah bawah di atas preview)
 


Terimakasih Kepada: 
  1. MKKS SMP Kabupaten Purworejo yang mengapresiasi karya saya tersebut dan atas donasi yang diluar dugaan saya.
  2. Madarasah Tsanawiyah "Unggulan" NURIS  Jember..
  3. Madrasah Aliyah "Unggulan" Nuris Jember..
  4. SMA NURIS Jember.
  5. SMP NURIS Jember
  6. SMP Negeri 1 Bululawang Malang
  7. SMA Darul Hikmah Kutoarjo
  8. SMP PGRI Semanu
  9. SMP Negeri 1 Watumalang...
  10. SMA KAE WOHA Bima
  11. dan yang masih ngantri....

Cara Mudah Membuat SKHUN Sementara

SKHUN Sementara adalah Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional yang di keluarkan oleh sekolah dengan tujuan agar para siswa yang telah di nyatakan lulus dalam dalam menempuh Ujian baik Ujian Nasional maupun ujian sekolah dan sudah dinyatakan Lulus satuan Pendidikan berdasarkan Peraturan Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  Nomor 97 Tahun  2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional.

SKHUN Sementara  (SKHUNS) digunakannya sebagai syarat masuk ke jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi. Pihak Sekolah biasanya harus membuat SKHU Sementara karena SKHU Asli yang di keluarkan oleh Dinas Pendidikan belum terbit sampai dengan masa pendaftaran sekolah berakhir. 

Dengan majunya perkembangan teknologi, kita bisa memanfaatkannya untuk memudahkan pekerjaan kita dalam menginput dan mencetak SKHUN ini. Pada postingan terdahulu gurufajar pernah berbagi tentang cara mudah membuat SKHU sementar dengan menggunakan fasilitas Mail Merge. Pada Postingan kali ini, untuk membantu rekan-rekan guru dan panitia Ujian nasional dalam membuat SKHUNS, gurufajar akan berbagi trik mudah membuat SKHUN Sementara dengan satu fasilitas Microsoft Excel yang dioptimalkan dengan memanfaatkan "Spin Button" dan dengan penggunaan macro untuk proses pencetakan.

Spin Button dipakai untiuk memudahkan melihat tampilan pratinjau / preview sebelum dokumen dicetak.
Makro yang disediakan untuk mencetak dari nomor tertentu sampai dengan nomor tertentu berikutnya menjadikan proses pencetakan sedemikian mudah.

Rumus dan sheet data yang digunakan juga simple dan mudah dimodifikasi untuk disesuaikan dengan sekolah yang akan memakai.  Kelebihan dari File adalah pada design nya yang simple dan tanpa proteksi alias gak perlu pasword dan kemudahan mencetak dokumen menggunakan fasilitas makro yang disediakan.

File ini terdiri atas 5 sheet yaitu :

  1. sheet  / lembar Data
  2. lembar untuk SKHU Sementara
  3. Lembar SK Kelulusan
  4. Amplop bernama, dan 
  5. lembar Ijasah Sementara yang bisa digunakan untuk membantu proses penulisan Ijazah. 

Sheet data bisa diisi dengan copy paste dari Biosystem Online, sehingga data nama peserta, tempat tanggal lahir, NISN dan No Ujian tidak perlu diisi manual.

Format ini langsung bisa pakai Untuk SMP, sedangkan kalau mau dipakai untuk SD yang terdiri atas 3 mata pelajaran, tinggal menghapus satu mata pelajaran, dari 4 mapel menjadi 3 Mapel.  mudah kok...

silahkan  download langsung...

Penting : pertama kali membuka aktifkan dulu makronya dengan klik option >> enable...




PENGUATAN PROSES PEMBELAJARAN

Kurikulum 2013 diimplementasikan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013/2014. Untuk tingkat SMP, pada tahun pertama Kurikulum 2013 diimplementasikan pada kelas VII di 1437 sekolah yang tersebar di 295 Kabupaten/Kota di seluruh provinsi di Indonesia.



Komponen terpenting implementasi kurikulum adalah pelaksanaan proses pembelajaran yang diselenggarakan di dalam dan/atau luar kelas untuk membatu peserta didik mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 65 tahun 2013 tentang Standar Proses menyatakan bahwa proses pembelajaran menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Di antara metode yang dianjurkan dalam Standar Proses tersebut adalah metode saintifik/ilmiah, inkuiri, pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran berbasis projek pada semua mata pelajaran. Pendekatan/metode lainnya yang dapat diimplementasikan antara lain pembelajaran kontekstual dan pembelajaran kooperatif.


Walaupun banyak guru SMP di Indonesia telah mengenal metode-metode tersebut, pengimplementasian metode-metode tersebut di kelas merupakan hal yang belum biasa. Untuk mengimplementasikannya, guru memerlukan panduan operasional yang memberikan gambaran utuh kegiatan-kegiatan pembelajaran operasional apa saja yang dilaksanakan pada tahap pendahuluan, inti, dan penutup. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu diterbitkan panduan proses pembelajaran yang secara rinci memberikan petunjuk operasional bagaimana metode-metode tersebut diimplementasikan pada kegiatan belajar mengajar pada tahap pendahuluan, inti, dan penutup.