Sahur ketemu Sosiolog Imam B Prasodjo

Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Guru Sasaran di Hotel Inna Garuda 9-13 Juli 2013.

Presentasi di Diklat

Peer Teaching pada Diklat Guru sasaran Kurikulum 2013.

TUC Ujian Sekolah

Untuk mempersiapkan peserta didik dalam menempuh Ujian sekolah 2013/2014 diadakan Tes Ujicoba Ujian Sekolah

Bikin Persiapan ngajar

Supaya pembelajaran bisa berjalan dengan baik, harus dimulai dari persiapan yang baik dan matang....

Out door Activity

Ekspresi sebagian siswa 8.1 ketika berhasil mengerjakan tugas kelompoknya di lapangan basket...

Teorema SISA


Selamat bertemu kembali buat  anak-anakku Peserta Didik Kelas XI Mipa 2 sampai XI MIPA 8. Jaga selalu kesehatan dan tetap di rumah saja. Selamat buat Anda semua yang sudah berhasil mempelajari dan telah mengirimkan tagihan Materi Pembagian Polinomial, baik dengan cara  Pembagian bersusun atau dengan Skema Horner. Semoga Ilmu yang kalian pelajari secara tekun dan mandiri tersebut jadi berkah buat kalian dan berguna dalam perjalanan meraih cita-citamu.

Selanjutnya bisa Anda kembangkan lebih lanjut Kompetensi tersebut dengan  mempelajari dengan materi Teorema Sisa seperti pada buku halaman 63-64. Materi ini merupakan kelanjutan dari materi sebelumnya, tinggal kita fokuskan ke Sisa Pembagian Polinomial.

Kalian juga  bisa mencermati  dengan melihat Video tutorialnya pada channel Youtube berikut ini:




Selanjutnya silahkan  dikerjakan UK3 halaman 65-66 ditulis dengan rapi pada buku catatan kalian, , no 1-4 dalam satu halaman dan satu halaman lainnya untuk jawaban  no 5-8,  pada pojok kanan atas tiap halaman ditulis nama, kelas dan no Absen, lalu Silahkan Kirim Jawaban UK 2 lewat Portal ini
Setelah 15 menit, anda akan bisa mengecek jawaban yang sudah masuk di sini:


Pembagian Polinom Dengan Skema Horner

Permama-tama saya ucapkan selamat buat anak-anakku Peserta Didik Kelas XI Mipa 2 sampai XI MIPA 8, yang telah berhasil  mempelajari secara mandiri Materi Pembagian Polinomial dengan cara Pembagian bersusun atau dengan  Pembagian Menurun seperti pada halaman 58  dan telah kalian kirimkan tagiahannnya.
Untuk selanjutnya, silahkan kalian pelajari dengan seksama Pembagian Polinom dengan skema Horner seperti pada buku halaman 59-61. Pembagian ini bisa dikategorikan dalam g(x) bentuk x-k, g(x) bentuk ax-k dan g(x) bentuk ax^2 +bx+c,  yang bisa difaktorkan ke dalam bentuk a(x-k1)(x-k2)

Kalian juga  bisa mencermati  dengan melihat Video tutorialnya pada channel Youtube berikut ini:




Selanjutnya silahkan  dikerjakan UK2 halaman 61-62 dengan menggunakan Skema Horner, no 1-5 dalam satu halaman dan satu halaman lainnya untuk jawaban  no 6-10,  pada pojok kanan atas tiap halaman ditulis nama, kelas dan no Absen, lalu Silahkan Kirim Jawaban UK 2 lewat Portal ini
Setelah 15 menit, anda akan bisa mengecek jawaban yang sudah masuk di sini:


Pembagian Polinom Dengan Cara Bersusun

Buat anak-anakku Peserta Didik Kelas XI Mipa 2 sampai XI MIPA 8, selama belajar di rumah karena Pandemi Covid-19 kalian bisa belajar secara mandiri Materi Pembagian Polinomial dengan cara Pembagian bersusun atau denga  Pembagian Menurun seperti pada halaman 58 dengan seksama.
Kalian juga bisa mencermati  dengan melihat Video tutorialnya pada channel Youtube berikut ini:


Selanjutnya silahkan  dikerjakan UK2 halaman 61-62 dengan cara Pembagian bersusun, no 1-5 dalam satu halaman dan satu halaman lainnya untuk jawaban  no 6-10,  pada pojok kanan atas tiap halaman ditulis nama, kelas dan no Absen, lalu Silahkan Kirim Jawaban UK 2 lewat Portal ini
Setelah 15 menit, anda akan bisa mengecek jawaban yang sudah masuk di sini:


jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kita dan selalu tekun dalam mempelajari ilmu. Semoga berkah ilmu dapat kita raih.

PENILAIAN KINERJA


Penilaian dalam dunia pendidikan merupakan proses pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi informasi hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar untuk membuat keputusan pendidikan. Penilaian kelas merupakan proses pengumpulan, pengolahan, dan interpretasi informasi untuk membuat berbagai keputusan terkait pembelajaran di tingkat kelas oleh guru. Penilaian kelas memiliki peran sangat penting untuk
  1. memberikan informasi awal sebelum pembelajaran dimulai sehingga guru dapat mendesain skenario pembelajaran dengan tepat;
  2.  memberikan umpan balik bagi guru dan peserta didik untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran; dan
  3.  memberikan informasi ketercapaian tujuan pembelajaran tertentu, misalnya menyimpulkan ketercapaian sebuah kompetensi dasar pada mata pelajaran tertentu.
Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Target pencapaian hasil belajar dalam penilaian kinerja dapat meliputi aspek-aspek: 

  1.  pengetahuan; 
  2.  praktik dan aplikasi pengetahuan; 
  3.  kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain; 
  4.  produk (hasil karya); dan 
  5.  sikap (berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi). 

Jadi dalam hal ini penilaian kinerja dapat mengukur kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap. 


Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu: 
  1. mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) 
  2. menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta. 
Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).Untuk menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik.

Lebih lanjut dan lebih lengkapnya  silahkan di download saja di sini



Koleksi Soal TUC UN 2020 SMP

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap kali menjelang berakhirnya tahun pelajaran, saya biasa memposting koleksi soal-soal Tes Ujicoba Ujian Nasional dari berbagai daerah. Saya punya keyakinan kalau soal-soal yang sudah dikondisikan semaksimal mungkin oleh team pembuat, yang biasanya team MGMP Matapelajaran yang bersesuaian, indikator itemnya sudah presisi mendekati SKL Mata pelajaran yang di UNkan.
Paket soal yang sudah dipakai di Kabupaten / kota yang bersangkutan tersebut akan bertambah kemanfaatannya kalau juga bisa dipakai juga di daerah / kabupaten lain. Maka dari itu untuk anda para peserta didik yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional terakhir, silahkan download soal soal berikut untuk dipakai berlatih guna meningkatkan kesiapan menempuh Ujian Nasional. Selamat berlatih dengan giat, semoga kesuksesan bisa diraih. Pepatah bilang "Hasil tidak pernah mengkianati proses.

Koleksi soal buat persiapan Ujian Nasional 2020:
  1. UCUN Matematika SMP DKI Paket A
  2. UCUN Matematika SMP DKI Paket B
  3. UCUN IPA SMP DKI 
  4. UCUN II  Matematika SMP DKI Paket A dan B
  5. Try Out Matematika Cilacap Paket 1
  6. Try Out Matematika Kota Depok
  7. Matematika JSIT

Silahkan sering-sering berkunjung ke sini, siapa tahu koleksi ini bisa saya tambah lagi nantinya...

Ada juga koleksi soal serupa tahun yang lalu di tautan ini..

Soal Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Soal HOTS)


Penilaian HOTS tidak dapat dipisahkan dengan pembelajaran HOTS. Tugas guru bukan hanya melakukan penilaian HOTS, melainkan juga harus mampu melaksanakan pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk memiliki ketrampilan berpikir tingkat tinggi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ketrampilan berpikir tingkat tinggi yang lebih efektif. Prinsip umum untuk menilai berpikir tingkat tinggi adalah sebagai berikut.
1.       Menentukan secara tepat dan jelas apa yang akan dinilai.
2.       Merencanakan tugas yang menuntut siswa untuk menunjukkan pengetahuan atau keterampilan yang mereka miliki.
3.       Menentukan langkah apa yang akan diambil sebagai bukti peningkatan pengetahuan dan kecakapan siswa yang telah ditunjukan dalam proses.
    
Penilaian berpikir tingkat tinggi meliputi 3 prinsip:
1.       Menyajikan stimulus bagi siswa untuk dipikirkan, biasanya dalam bentuk pengantar teks, visual, skenario, wacana, atau masalah (kasus).  
2.       Menggunakan permasalahan baru bagi siswa, belum dibahas di kelas, dan bukan pertanyaan hanya untuk proses mengingat. 
3.       Membedakan antara tingkat kesulitan soal (mudah, sedang, atau sulit) dan level kognitif (berpikir tingkat rendah dan berpikir tingkat tinggi).

Soal-soal HOTS merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, yaitu keterampilan berpikir yang tidak sekadar mengingat (remembering), memahami (understanding), atau menerapkan (applying). Soal-soal HOTS pada konteks asesmen mengukur ketrampilan  1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan mengintegrasikan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah (problem solving), dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis.  Dengan demikian soal-soal HOTS menguji ketrampilan berpikir menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Dimensi proses berpikir dalam Taksonomi Bloom sebagaimana yang telah disempurnakan oleh Anderson & Krathwohl (2001), terdiri atas kemampuan: mengingat (remembering-C1), memahami (understanding-C2), menerapkan (applying-C3), menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mencipta (creating-C6). Soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mencipta (creating-C6). Kata kerja operasional (KKO) yang ada pada pengelompokkan Taksonomi Bloom menggambarkan proses berpikir, bukanlah kata kerja pada soal. Ketiga kemampuan berpikir tinggi ini (analyzing, evaluating, dan creating) menjadi penting dalam menyelesaikan masalah, transfer pembelajaran (transfer of learning) dan kreativitas.  

Pada pemilihan kata kerja operasional (KKO) untuk merumuskan indikator soal HOTS, hendaknya tidak terjebak pada pengelompokkan KKO. Sebagai contoh kata kerja ‘menentukan’ pada Taksonomi Bloom ada pada ranah C2 dan C3. Dalam konteks penulisan soal-soal HOTS, kata kerja ‘menentukan’ bisa jadi ada pada ranah C5 (mengevaluasi) apabila soal tersebut untuk menentukan keputusan didahului dengan proses berpikir menganalisis informasi yang disajikan pada stimulus lalu siswa diminta menentukan keputusan yang terbaik. Bahkan kata kerja ‘menentukan’ bisa digolongkan C6 (mencipta) bila pertanyaan menuntut kemampuan menyusun strategi pemecahan masalah baru. Jadi, ranah kata kerja operasional (KKO) sangat dipengaruhi oleh proses berpikir apa yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. 

Dilihat dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.

Dalam struktur soal-soal HOTS umumnya menggunakan stimulus. Stimulus merupakan dasar berpijak untuk memahami informasi. Dalam konteks HOTS, stimulus yang disajikan harus bersifat kontekstual dan menarik. Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain. Stimulus juga dapat bersumber dari permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitar sekolah seperti budaya, adat, kasus-kasus di daerah, atau berbagai keunggulan yang terdapat di daerah tertentu. Stimulus yang baik memuat beberapa informasi/gagasan, yang dibutuhkan untuk mengembangkan kemampuan mencari hubungan antarinformasi, transfer informasi, dan terkait langsung dengan pokok pertanyaan.  

Lebih lengkapnya silahkan baca modul berikut ini